Minahasa / North Sulawesi / Indonesia

Minahasa dahulu disebut Tanah Malesung adalah kawasan di dalam propinsi di semenanjung Sulawesi Utara di Indonesia, sesuatu daerah yang indah, terletak di bagian utara timur pulau Sulawesi, yang mencakup 27.515 km persegi, terdiri dari empat daerah – Bolaang Mongondow, Gorontalo, Minahasa dan kepulauan Sangihe dan Talaud.

Minahasa juga terkenal oleh sebab tanahnya yang subur yang menjadi rumah tinggal untuk berbagai variasi tanaman dan binatang, didarat maupun dilaut. Tertutup dengan daunan hijau pepohonan kelapa dan kebun-kebun cengkeh, tanah itu juga menyumbang variasi buah-buahan dan sayuran yang lengkap. Fauna Sulawesi Utara mencakup antara lain binatang langkah seperti burung Maleo, Cuscus, Babirusa, Anoa dan Tangkasii (Tarsius Spectrum).

Kebanyakan penduduk Minahasa adalah orang yang beragama Kristen, yang ramah dan salah satu suku-bangsa yang paling dekat dengan negara barat. Hubungan pertama dengan orang Europa terjadi saat pedagang Espanyol dan Portugal tiba disana. Saat orang Belanda tiba, agama Kristen tersebar terseluruhnya. Tradisi lama jadi terpengaruh oleh keberadaan orang Belanda. Kata Minahasa berasal dari confederasi masing-masing suku-bangsa dan patung-patung yang ada jadi bukti sistem suku-suku lama.

Di depan pantai kota Manado berada pulau Manado Tua dengan daerah selam yang sangat indah dimana pulau Bunaken jadi salah satu pulau yang terkenal di sekitar linkungan ini.

Minahasa secara etimologi berasal dari kata mina dan esa artinya mina=menjadi, esa=satu atau Maesa. Adapun suku Minahasa terdiri dari berbagai anak suku: Tonsea (meliputi Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung), anak suku Toulour (meliputi Kota Tondano, Kakas, Remboken, Eris, Lembean Timur dan Kombi), anak suku Tontemboan (meliputi Kabupaten Minahasa Selatan, dan sebagian Kabupaten Minahasa), anak suku Tombulu (meliputi Kota Tomohon, Sebagian Kabupaten Minahasa, dan Kota Manado), anak suku Panosakan dan Tonsawang, Tounpakewa (meliputi Kabupaten Minahasa Tenggara). Satu-satunya anak suku yang tidak mempunyai wilayah yang tegas yaitu anak suku Bantik (kecuali sebagian anak suku ini tersebar di perkampungan pantai utara dan barat Sulawesi Utara). Masing-masing anak suku mempunyai bahasa, kosa kata dan dialek yang berbeda-beda namun satu dengan yang lain dapat memahami arti kosa kata tertentu misalnya kata kawanua yang artinya sama asal kampung.

Ada juga sebagian kecil orang Minahasa yang memakai marga Jepang karena beberapa orang Minahasa yang menikah dengan orang Jepang dulu namun rahasia. Tanah Minahasa pada jaman purba disebut sebagai Tanah Malesung atau tanah yang berlembah dan bergelombang. Slogan Minahasa: “Si Tou Tumou Tou” yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia yang lain, dengan slogan perjuangan “I yayat u santi” yang artinya maju untuk membangun negeri.

Suku Minahasa adalah salah satu suku bangsa di Indonesia. Mereka berasal dari Kabupaten Minahasa provinsi Sulawesi Utara. Suku Minahasa sebagian besar tersebar di seluruh provinsi Sulawesi Utara.

Suku Minahasa terbagi atas sembilan subsuku:

1. Babontehu
2. Bantik
3. Pasan Ratahan (Tounpakewa)
4. Ponosakan
5. Tonsea
6. Tontemboan
7. Toulour
8. Tonsawang
9. Tombulu

Di antara sembilan subsuku di atas, yang termasuk subsuku terbesar adalah : Tontemboan, Tonsea, Tombulu, Toulour, dan Bantik.

Sumber :
http://www.wikipedia.com/minahasa

Telah Terbit on Desember 17, 2008 at 5:08 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://harveymoningka.wordpress.com/minahasa-north-sulawesi-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: